Sore datang dari masa depan untuk menyelamatkan Jonathan—bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara batin. Sebuah bentuk cinta yang tak biasa dan penuh pengorbanan.
3. Poster Sarat Makna dan Simbolisme
Poster film Sore bukan hanya estetik, tapi juga penuh simbol. Terlihat tangga spiral, Jonathan berdiri di atasnya, sementara Sore memegang tangannya—dan versi lain dirinya berdiri di anak tangga berbeda dengan ekspresi emosi yang berbeda-beda.
Produser Suryana Paramitha menjelaskan, ide poster ini datang setelah film selesai digarap.
Foto dilakukan ulang pada Maret 2025 untuk benar-benar mencerminkan isi dan emosi film.
Bahkan, menurut Sheila Dara sendiri:
> “Makna poster baru kerasa setelah nonton filmnya. Jadi saran aku: tonton dulu, lalu lihat lagi posternya—baru terasa pas banget!”
4. Versi Film dan Web Series Ternyata Beda!
Banyak yang tidak tahu bahwa film ini adalah adaptasi dari web series tahun 2017 yang juga disutradarai oleh Yandy Laurens. Tapi jangan salah, versi filmnya menghadirkan banyak perbedaan signifikan, lho!
Pemeran utama wanita berubah dari Tika Bravani (versi web series) menjadi Sheila Dara.
Versi film memperkuat unsur fantasi dan perjalanan waktu.
Cerita difokuskan dalam tiga babak: pengenalan karakter, perjuangan Sore, dan penutup yang berjudul “Waktu”.
Yang menarik, perjalanan waktu dalam film ini bukan digambarkan sebagai sihir, tapi sebagai metafora dari perjuangan cinta yang membutuhkan kekuatan mental dan emosional.
"Sore" Adalah Cermin Kehidupan