TITIKTEMU.CO - Film Indonesia Believe menjadi perbincangan hangat Diproduksi Bahagia Tanpa Drama, film ini bukan sekadar menyajikan adegan perang, tapi juga kisah tentang cinta, pengorbanan, dan keluarga prajurit.
Believe terinspirasi dari kisah nyata dalam buku biografi berjudul Believe: Based on a True Story of Faith, Dream, and Courage. Buku ini menceritakan perjalanan hidup Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Cerita dalam film mengambil latar perjuangan prajurit Indonesia pada masa Operasi Seroja di tahun 1975 hingga 1999. Bukan sekadar film perang, tapi juga darama yang mengaduk-aduk emosi.
Baca Juga: Film Believe Raih Best Director di Festival Film Internasional Montreal 2025
Kisah Perjuangan yang Dekat di Hati
Meski dipromosikan sebagai film perang terbesar tahun 2025, Believe sebenarnya memiliki pesan lebih dalam. Selain menampilkan ketegangan di medan perang, juga menggambarkan kehidupan keluarga prajurit.
Cerita berfokus pada Agus (Ajil Ditto), seorang anak yang berusaha memahami dan mendekatkan diri dengan ayahnya, Sersan Kepala Dedi (Wafda Saifan).
Sosok Dedi digambarkan sebagai ayah yang penuh tanggung jawab, baik kepada keluarganya maupun negara. Namun, kehadirannya di keluarga sangat terbatas karena lebih banyak mengabdi di medan tempur.
Kehadiran film ini membuat banyak penonton, khususnya keluarga prajurit, merasa sangat terhubung. Pasalnya, ceritanya terasa begitu nyata dan mewakili perasaan mereka yang sering ditinggal tugas orang tercinta.
Baca Juga: ARMY Merapat! BTS Umumkan Comeback dengan Album Baru dan Tur Dunia Besar, Cek Jadwalnya
Nonton Bareng Keluarga Prajurit
Menjelang penayangan resmi, film Believe menggelar acara nonton bareng (nobar) bersama keluarga prajurit di 33 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi sekaligus juga momen refleksi bagi keluarga besar TNI yang merasakan langsung makna dari cerita film ini.
Kisah Istri Prajurit yang Mengharukan