Dalam unggahan Instagram-nya, ia menyatakan bahwa tarian pemanggil THR bukan berasal dari budaya Yahudi, melainkan terinspirasi dari joget pesta remaja Finlandia tahun 1960-an.
“Jangan bawa-bawa agama atau budaya sakral ke joget ini. Ini cuma ekspresi bahagia ala pesta. Kalau nggak suka, nggak perlu fitnah,” tulisnya di akun @corla_2. Bunda Corla juga menekankan bahwa tarian ini sama sekali tidak terkait dengan ritual keagamaan atau pemujaan tertentu.
Apakah Memang Mirip Tarian Hora?
Untuk lebih memahami perdebatan ini, mari kita lihat tarian Hora yang berasal dari tradisi Yahudi. Biasanya dilakukan dalam formasi lingkaran dengan peserta saling berpegangan tangan dan bergerak berputar mengikuti ritme musik.
Filosofi Hora melambangkan kebahagiaan dan solidaritas komunitas. Meski ada kesamaan gerakan lompat-lompat, tarian pemanggil THR tidak sepenuhnya identik dengan Hora.
Tarian pemanggil THR hanyalah bagian dari hiburan ringan menjelang Lebaran, tanpa kaitan dengan budaya atau agama tertentu.
Jadi, daripada sibuk berdebat soal asal-usulnya, lebih baik kita nikmati momen bahagia ini bersama keluarga dan teman-teman. Siapa tahu, joget ini benar-benar bisa "memanggil" THR untuk kamu.***