TITIKTEMU.CO - Band punk asal Purbalingga, Sukatani, tengah menjadi sorotan publik usai lagu mereka yang berjudul "Bayar Bayar Bayar" viral di media sosial. Lagu yang mengkritik oknum kepolisian ini memicu berbagai reaksi, mulai dari dukungan masyarakat hingga kontroversi dengan pihak kepolisian. Tak hanya itu, ada juga usulan dari DPR RI untuk menjadikan Sukatani sebagai duta Polri sebagai langkah untuk memperbaiki citra institusi tersebut.
Namun, di balik wacana tersebut, muncul kabar bahwa beberapa anggota Siber Polda Jawa Tengah diperiksa Divisi Propam Polri atas dugaan intimidasi terhadap personel band Sukatani. Berita ini semakin memperkeruh suasana sekaligus membuat publik penasaran dengan kelanjutan kasusnya.
Baca Juga: Apa Itu Danantara Indonesia? Ada Nama Erick Thohir, Apa Jabatannya!
Kronologi Kasus Lagu "Bayar Bayar Bayar"
Lagu "Bayar Bayar Bayar" yang dibawakan oleh band Sukatani menyuarakan kritik terhadap praktik pungutan liar yang dilakukan oleh oknum kepolisian. Salah satu liriknya berbunyi, "mau bikin SIM, bayar polisi, ketilang di jalan, bayar polisi". Lagu ini viral di berbagai platform media sosial dan mendapat respons beragam dari masyarakat.
Namun, popularitas lagu ini tak lepas dari kontroversi. Beberapa personel band Sukatani mengaku mendapat tekanan setelah lagu tersebut viral. Bahkan, enam anggota Siber Polda Jawa Tengah kini diperiksa Divisi Propam Polri atas dugaan intimidasi terhadap dua personel band tersebut.
Sukatani Ditawari Jadi Duta Polri
Di tengah panasnya kontroversi, muncul usulan dari Muhammad Nasir Djamil, anggota Komisi III DPR RI, untuk menjadikan Sukatani sebagai duta Polri. Ide ini disambut baik oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang melihatnya sebagai langkah positif untuk membangun citra Polri.
Menurut Kapolri Sigit, kritik seperti yang disampaikan melalui lagu Sukatani adalah bentuk kecintaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Ia berharap band Sukatani dapat menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan untuk memperbaiki perilaku oknum kepolisian yang menyimpang.
Permintaan Maaf Band Sukatani
Sebelum wacana menjadi duta Polri mencuat, band Sukatani telah menyampaikan permintaan maaf kepada institusi Polri melalui sebuah video yang diunggah di media sosial. Dua personelnya, Muhammad Syifa Al Lufti (Alectroguy) dan Novi Citra Indriyati (Twister Angel), menjelaskan bahwa lagu tersebut dibuat untuk mengkritik oknum kepolisian, bukan institusi secara keseluruhan.
Sebagai bentuk itikad baik, mereka juga menghapus lagu tersebut dari platform Spotify dan meminta pengguna media sosial untuk tidak lagi menyebarkan video yang menggunakan lagu itu.
Kasus lagu "Bayar Bayar Bayar" oleh band Sukatani membuka diskusi penting tentang hubungan masyarakat dengan institusi negara, khususnya kepolisian. Terlepas dari kontroversinya, langkah Polri yang terbuka terhadap kritik patut diapresiasi. Jika benar Sukatani menjadi duta Polri, ini bisa menjadi momen penting dalam sejarah reformasi institusi kepolisian di Indonesia.***