TITIKTEMU.CO - Libur Natal ini , SCTV akan memutarkan film Miracle in Cell No 7 yang merupakan remake dari film Korea diadaptasi ke dalam versi Indonesia oleh sutradara Hanung Bramantyo. Sequel filmnya baru beredar di bioskop Indonesia.
Penonton yang akan menonton di bioskop sepertinya disegarkan kembali film bergenre drama keluarga buatan tahun 2022 ini.
Film ini dibintangi oleh sederet aktor ternama Indonesia, seperti Vino G. Bastian, Indro Warkop, Mawar Eva De Jongh, Tora Sudiro, Bryan Domani, dan lainnya ini akan membuat penonton banjir air mata. Miracle in Cell No 7 diproduksi oleh Falcon Pictures, dengan produser Frederica, dan penulis Alim Sudio.
Miracle in Cell No 7 versi Indonesia ini mengisahkan tentang seorang ayah yang memiliki keterbatasan, namun selalu berusaha untuk menjadi ayah terbaik bagi anak perempuanya.
Meski memiliki keterbatasan, Dodo Rozak (Vino G. Bastian) hanya ingin menjadi ayah yang baik bagi anaknya, Kartika (Graciella Abigail dan Mawar Eva de Jongh).
Baca Juga: SCTV Tayangkan Film Layar Lebar Indonesia Jelang Pengantian Tahun
Kehidupan Dodo bersama sang anak Kartika berjalan sangat bahagia. Bahkan ia selalu berusaha memenuhi kebutuhan anaknya dengan berjualan balon. Walaupun hanya hidup berdua, tapi keduanya hidup bahagia. Kartika bangga pada ayahnya yang yang penjual balon.
Tapi kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama ketika keduanya harus dipisahkan. Dodo ditangkap atas tuduhan memperkosa dan membunuh gadis kecil bernama Melati (Makayla Rose Hilli).
Karena keterbatasannya ia tidak bisa membela diri akhirnya dijebloskan ke dalam penjara dan dijerat hukuman mati. Dodo merasa sedih dan kesepian karena harus berpisah dengan anaknya.
Baca Juga: Meski Libur Panjang, Empat Sinetron Terbaik Ini Tetap Hadir di Jam Tayang Utama SCTV
Dodo dimasukkan ke penjara, dalam sel No.7 yang dihuni oleh napi-napi beringas lainnya. Mereka adalah Japra (Indro Warkop), Jaki (Tora Sudiro), Yunus (Rigen Rakelna), Atmo (Indra Jegel), dan Asrul (Bryan Domani). Namun Dodo bisa membangun persahabatan dengan rekan satu selnya. Di lain sisi, sang anak di luar penjara berusaha untuk bisa menemani bapaknya.
Setelah berbagai peristiwa yang dialaminya di penjara, Dodo berhasil mendapatkan bantuan napi lainnya untuk menyelundupkan Kartika ke dalam selnya.
Kedekatan Dodo dan Kartika menularkan kebahagiaan bagi napi dan sipir di nenjara. Melihat kasih sayang antara ayah dan anak ini, para napi tersebut menjadi tersentuh. Mereka pun ragu jika Dodo tega melakukan pembunuhan yang dituduhkan.