TITIKTEMU.CO - Pendakwah kondang, Gus Miftah, kembali menjadi sorotan publik setelah mendapat panggilan langsung dari Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Panggilan tersebut dilakukan di kediaman Prabowo yang terletak di Jalan Kertanegara 4, Jakarta Selatan.
Kejadian ini pun langsung menjadi viral di media sosial, memicu berbagai reaksi dari netizen.
Jejak digital Gus Miftah pun kembali menjadi perbincangan hangat di jagad maya. Salah satunya adalah potongan video yang menampilkan Gus Miftah memuji-muji program kampanye Prabowo dalam Pilpres lalu.
Ia bahkan menyebut program tersebut sebagai pencontohan ajaran para rasul. Video tersebut diunggah oleh akun @BosPurwa dan langsung menjadi perbincangan di media sosial.
Baca Juga: Total Investasi di Era Jokowi Capai Rp9.117,4 Triliun Selama 10 Tahun
Tidak hanya itu, akun tersebut juga mengait-kaitkan potongan video Gus Miftah dengan panggilan dari Prabowo ke kediamannya.
Mereka menyoroti pernyataan Gus Miftah terkait program Food Estate yang dinilai mencontoh Nabi Yusuf, makan siang gratis mencontoh Nabi Ibrahim, dan hilirisasi mencontoh Nabi Muhammad.
Sontak, jejak digital Gus Miftah pun ramai menjadi sorotan netizen setelah potongan video tersebut kembali beredar.
Banyak netizen yang memberikan komentar nyinyir dan menyindir aksi Gus Miftah, menganggapnya menjual 'agama' demi memuji program Prabowo.
Namun, tak sedikit pula netizen yang memberikan dukungan pada Gus Miftah dan memandangnya sebagai pendakwah yang berhak memberikan pandangannya terhadap berbagai isu, termasuk politik. Kontroversi ini pun terus menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Sebagai seorang pendakwah yang dikenal luas di Indonesia, Gus Miftah memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap masyarakat. Namun, dengan pengaruh tersebut juga datang tanggung jawab yang besar dalam menyampaikan pendapat dan pandangan kepada publik.
Dalam konteks ini, penting bagi kita untuk menghormati pendapat orang lain, termasuk pendakwah seperti Gus Miftah.