Sampai akhirnya, Ibu Nisa (Dewi Irawan) tiba-tiba menitipkan putri keduanya, Rani untuk tinggal bersama Aris dan Nisa. Kehadiran Rani membuat keluarga kecil itu diterpa badai.
Awalnya, Nisa senang dengan kedatangan Rani di rumahnya. Namun, tanpa disangka, Rani mulai menunjukan ketertarikan dengan Aris, kakak iparnya sendiri.
Baca Juga: Dilan 1983 Wo Ai Ni Tayang di Bisokop Hari Ini, Begini Urutan Nonton Film Dilan
Rani begitu memuja sosok Aris dan berupaya memikatnya. Dia sering mengenakan pakaian yang provokatif, hingga mendekati Aris dengan pembicaraan yang mancing-mancing.
Lama kelamaan Aris pun tidak kuat. Keduany apun mulai main api dan menjalani hubungan terlarang. Sampai akhirnya Nisa mulai mencurigai keanehan pada Aris.
Setelah memeriksa ponsel Aris, Nisa akhirnya mengetahui perselingkuhan tersebut. Dia menemukan banyak video tidak senonoh Aris dan Rani. bagaimana akhir dari kisah Ipar adalah Maut ini?
Baca Juga: Sinopsis Film Bel Canto, Penyanyi Opera Yang Tersandera
Film ini bakal mengaduk-aduk emosi penonton, terutama para kaum perempuan yang ikut merasakan sakit hatinya Nisa. Mampukah Nisa bertahan dan bangkit dari keterpurukannya?
Hanung Bramantyo awalnya menolak menggunakan judul Ipar Adalah Maut. Namun, dia segera menyadari ada hadits yang menyinggung masalh ipar di dalam rumah tangga, hingga dia setuju dengan judul tersebut.
“Kenapa sampai Rasulullah mengatakan Ipar Adalah Maut? Diksi aslinya adalah kematian, jadi ipar adalah kematian. Ini adalah warning yang tidak boleh dilakukan,” ujar dia.***