Kiran awalnya adalah seorang mahasiswi cerdas yang memiliki cita-cita luhur yang tidak sabar untuk segera lulus, apalagi orang tuanya tidak mampu membiayainya. Ayah Kiran sakit parah dan baru saja pensiun. Tanpa bantuan seorang pelacur paruh baya bernama Ami (Djenar Maesa Ayu) , Kiran tidak bisa mendapatkan tempat tinggal.
Suatu hari Kiran mendapat telepon dari Abu Darda, seorang ulama yang menjadi teladan bagi kelompok tarekat yang diikutinya. Abu Darda menawarkan untuk menikahi Kiran, termasuk memberikan dukungan untuk dia dan keluarganya. Kiran tergerak menerima tawaran itu. Namun ternyata Abu Darda sudah mempunyai dua orang istri.
Baca Juga: Fakta-fakta Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa, Angkat Isu Sensitif Agama
Abu Darda mengatakan, dirinya telah menghubungi orang tua Kiran untuk segera melamar Kiran. Kiran terkejut. Bukan hanya karena merasa Abu Darda melangkahinya, tapi Kiran juga merasa ulama itu melanggar perkataannya sendiri. Abu Darda naik pitam dan menuduh Kiran menebar fitnah.
Sejak saat itu, kehidupan Kiran berubah. Ia yang semula dianggap sebagai kader dakwah yang unggul, malah diburu dan dicap sebagai penghina ulama besar. Di tengah situasi tersebut, Kiran bertemu dengan Da'rul, sesama anggota jamaah, yang membantu Kiran kabur dari rombongan.