Karena ilmunya, Ratna Narekh juga bisa awet muda. Ia kemudian menguasai Desa Wonokromo setelah sebelumnya berhasil membunuh lurah desa itu.
Tanpa diketahui, desa tersebut merupakan gerbang gaib pantai selatan. Ada sebuah sendang yang menjadi tempat persinggahan Ratu Laut Selatan.
Baca Juga: Sinopsis Film Midway, Medan Tempur Yang Menjadi Game Changer Amerika Serikat
Penduduk setempat selama ini pantang melakukan tari-tarian berikut dengan iringan gamelan. Merasa sakti, Ratna Narekh melanggar pantangan adat.
Dengan tarian dan gamelan, dia menantang semua penghuni gaib Alas Daha (hutan), dan pejaga sendang. Mereka berdatangan dan memusnahkan Ratna Narekh serta semua penduduk yang tidak berdosa.
Seusai pembantaian, salah satu penjaga sendang Ratu Pantai Selatan merasuki tubuh seorang penari desa. Dia tidak mau keluar, sampai akhirnya Sang Ratu menghancurkan jasad penari itu.***