Kisah Cinta Klasik Tiga Zaman
Gadis Kretek bisa dibilang bukan kisah cinta biasa. Romansa dalam serial ini bahkan meliputi hingga tiga zaman mulai era industri rokok tradisional, masa penjajahan Jepang dan awal kemerdekaan.
Kisah cinta dalam Gadis Kretek bukan kisah klise, tapi juga memasukkan kondisi politik pada masanya yang memburuk sehingga memisahkan dua ejoli yang sedang dimabuk cinta.
Baca Juga: Sinopsis Film Outcast, Prajurit Perang Saling Menyelamatkan Pangeran Tiongkok
Cinta Segitiga
Konflik kisah cinta Dasiyah dan Soeraja juga diwarnai dengan kehadiran orang ketiga, yaitu Seno. Berpangkat dan berkuasa, Seno melakukan apa pun untuk mendapatkan Dasiyah.
Perseteruan antara Seno dan Soeraja semakin meruncing yang berkahir dengan tersingkirnya Soeraja. Kisah cinta yang kandas itulah yang menjadi pemantik dari sejarah panjang pabrik rokok kretek di Indonesia.
Plot Mundur
serial Gadis Kretek berjalan dengan plot cerita mundur atau flashback. Kisahnya dibuka dengan masa depan yaitu saat Lebas memulia pencariannya untuk menemukan Dasiyah atas perintah ayahnya, Soeraja.
Baca Juga: Sinopsis Film Pride And Prejudice And Zombies, Sambil Mencari Cinta Melawan Zombie
Pencarian ini membawa penonton bertemu dengan Dasiyah di masa tahun 1960-an, lengkap dengan konflik dan kisah romansa yang menyertainya. Cerita kembali ke masa depan lewat pertemuan Lebas dengan Arum.
Penulis dan dua sutradara perempuan
Serial Gadis Kretek digarap dua sutradara perempuan, yaitu Kamila Andini dan Ifa Isfansyah. Bagi Kamila Andini, Gadis Lretek merupakan filim adaptasi pertamanya.
Gadis Kretek sendiri merupakan serial adaptasi dari dari novel berjudul sama karya Ratih Kumala. Kisah ini terinspirasi dari pabrik rokok kretek sang kakek kakek.
Ratih kemudian mulai melakukan riset ke pabrik-pabrik rokok kretek di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dia bahkan sampai membeli berbagai macam kretek dan mengoleksinya hingga 200 bungkus.***