***
“Maaf kami gagal menyelamatkan bayi kalian.”ucap Dokter yang menangi Ava sekarang.
Ikshan langsung terduduk lemas. Semua orang yang berada di sana menangis.
Risa dan Nando, Jaya dan Anna teman-teman Ava dan Ikshan ada disini saat mengetahui kabar buruk ini.
Rasanya dunia Ikshan hancur benar-benar hancur kebahagiannya di renggut. Ikshan menangis sampai mukanya memerah menahan rasa marah kepada dirinya sendiri.
“Sann ini cobaan.”ujar Farell menenangkan sahabatnya.
“Anak gue rel,anak gue.”ucap Ikshan frustasi.
“Apa yang harus gue lakuin sekarang.”ucap Ikshan putus asa. Risa memeluk anaknya.
“Abang yang sabar bantu Ava, bantu istri kamu sekarang.”ujar Risa.
“Aku salah mah aku bodoh.”ucap Ikshan menyalakan dirinya.
“Berhenti sayang. Ini bukan salah kamu ataupun Ava ini takdir,”ucap Risa.
“Masuklah dulu lihat keadaan Ava, tenangi dia.”suruh Risa. Ikshan menggangguk.
Kehilangan anak pertamanya benar-benar membuatnya terpukul sangat.
Ikshan memasuki ruangan Ava, ruangan dimana istirinya itu sedang dalam keadaan buruk