Ava tersenyum yang selalu menjadi favorit Ikshan untuk melihatnya, debaran jantung itu masih ada dari masing-masing perasaan mereka.
Apa lagi senyuman Ava selalu berhasil membuat Ikshan merasa tenang dan juga takut, takut akan kehilangan perempuan ini.
Ikshan mendekat lalu mencuri ciuman kecil membuat gadis itu terkikik.
“Iya aku juga cinta banget sama calon daddy ini,”jawab Ava.
“Aku pulang ya,”
Ava menyalim tangan suaminya, sehabis itu ia masuk ke dalam mobil untuk ia kendarai rasanya Ava begitu senang mengendarai mobil kembali.
Pintu mobil sudah ditutup ikshan, ava menurunkan kaca mobil itu lalu memandang Ikshan yang berada di luar.
Ava mengedipkan matanya genit ke arah Ikshan. “Bye daddy,”ucap Ava lalu ia kembali menaiki kaca mobil itu.
Ikshan tersenyum singkat melihat kelakuan istrinya. Sayang sekali pekerjaan nya begitu banyak.
Ikshan memandang mobil itu yang berjalan mengarah keluar dari kantor, Ikshan merasakan perasaan yang tidak tenang.
“Anak mama suka banget ya ngidam yang enggak-enggak. Mau kemana kita sekarang,”bicara Ava kepada calon anak mereka sambil fokus mengendarai mobil.
Ava sudah keluar dari kawasan kantor Ikshan kini ia sudah berada di jalan raya.
Begitu asik mengendarai sambil berbicara kepada calon anaknya Ava merasa waktu ini begitu berharga.
Ava mengelus perut buncitnya lalu berucap, “Mama sayang banget sama kamu,sehat terus ya di perut mama. Dua bulan lagi kita ketemu.”ucap Ava.
Dan sehabis ia berkata seperti itu Ava lengah mengendarai, dari arah berlawanan ada sebuah truk melintas kencang menabrak mobil ava.