“Makasih banyak buat semuanya. Ava nggak pernah akan pernah bisa lupa,kapan dan bagaimana pertama kali mata tajam hijau itu menatap ava dengan pandangan dingin yang penuh makna.”ujar Ava membuat Ikshan terpengarah mendengarnya.
“Ava nggak bakal pernah bisa lupa. Gimana hebohnya aku saat kamu minta pertemanan di line untuk pertama kalinya. Dan aku jadi pacar kamu tanpa bantahan, dari semuanya yang ada kamu harus tau ya.”
“Aku mencintai mu.”ucap Ava tulus dengan senyum cantik di bibirnya dan mata berbinar bahagia memandang Ikshan.
“Forever love you,”jawab Ikshan.
***
“Udah sampai?”tanya Ava setelah melihat jendela pesawat yang tampaknya ingin turun karena sudah sampai di tujuan.
Tapi yang membuat Ava bingung mereka berada di atas rooftop gedung.
“Kok disini bukannya di-”
“Kita sekalian ngedate, untuk hari ini jangan bawel nurut sama aku.”jawab Ikshan memotong ucapan Ava.
Mau tak mau, setuju tak setuju Ava menurut.
Setelah di rasa pesawat benar benar sampai di tujuan. Pintu pesawat di buka pramugari yang berada disini menujukan jalan keluar melayani Ava dan Ikshan dengan sopan.
“Terimakasih.”ujar Ava kepada pramugari itu.
“Sama-sama nyonya muda.”jawab Pramugari.
Lalu Ikshan dan ava turun dari pesawat menuruni satu persatu tangga hingga mereka sampai ke pijakan bumi.