“Punya kamu?”tanya Ava setelah kembali ke hadapan Ikshan. Ikshan menganggukan kepalanya singkat sebagai jawaban.
“Astaga boros banget,mau kemana si yaallah,”dumel Ava tak setuju jika mereka akan pergi menggunakan pesawat.
Ayo lah, Ava bukannya tidak mau ia merasa ini terlalu berlebihan walau ava akui ia takjub dan kagum dengan pesawat milik Ikshan ini. Tapi rasanya tetap saja pasti merepotkan kan yang pergi hanya mereka berdua.
Sudah seperti ingin kemana saja.
“Nggak aku ga bisa,pulang pulang pulang.”ajak Ava sambil berjalan kebelakang untuk kembali ke mobil.
Ikshan membalikkan badannya juga mengikuti gerakan Ava. Lalu ia tersenyum miring memandang gadis itu tanpa kata lagi Ikshan berjalan mendekati Ava lalu langsung menggendong nya bak karung beras di pundak kokohnya.
“Stay here,with me.”ujar Ikshan.
“KAKK IKSHANN TURUNNNN,”ucap Ava meronta di dalam gendongan itu.
Tapi telat Ava sudah tidak bisa kembali lagi, Ikshan dengan cepat membawanya masuk ke dalam pesawat. Sampai mereka di dalam Ikshan menurunkan Ava.
“Ke tempat yang sudah saya mau kemarin,”perintah Ikshan kepada pilot.
Pilot itu mengangguk mengerti, “Siap tuan. Kita akan segara berangkat, saya permisi tuan muda.”jawab Pilot itu.
Ava terpana melihat isi pesawat yang terlihat begitu luas dan bagus benar benar baru pertama kali ava naik pesawat yang sebagus ini desain nya. Benar-benar mewah.
Rasanya jiwa miskin Ava meronta-ronta jika ia pikirkan berapa harga pesawat pribadi milik Ikshan ini, sekaya itu pacarnya? Sungguh.
“Kamu culik aku!”protes Ava kepada Ikshan yang sudah duduk di salah satu tempat duduk di pesawat ini. Sedangkan Ava masih setia ngomel ngomel tak terima.
Mengomel kalo Ikshan terlalu boros memakai pesawat ini, dan banyak lagi.