Baru saja Ava ingin menyapa, ikshan sudah membalikan badannnya dan menatapnya lekat, ava tersenyum canggung.
“Hai,”sapa Ava.
Ikshan berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan menghampiri Ava saat ia tepat di hadapan Ava, ikshan menatapnya dengan tatapan ciri khasnya yang mampu membuat Ava jatuh cinta.
“Good morning my future wife.”sapa Ikshan kembali sambil memberikan senyuman kecilnya yang membuat Ava langsung menunduk tak mau menatap Ikshan karena ia malu Ava yakin pasti pipinya sudah memerah pagi ini hanya karena sapaan Ikshan yang begitu terdengar manis tapi menebarkan jantungnya.
“Cantik, selalu cantik.”puji Ikshan sambil mengangkat dagu Ava lembut untuk menatapnya.
“Tunggu aku di mobil, aku mau izin bawa anak gadis mereka yang bakal jadi istri aku pergi.”
“Nikmatin waktu bersama setelah, empat tahun terbuang.”ujar Ikshan lagi. Ava menganggukan kepalanya patuh lalu memberikan senyuman manis nya untuk Ikshan.
Ava berjalan ke arah dapur di ikuti Ikshan, lalu disana ada Jaya dan Anna yang sedang menikmati pudding.
Ava pun pamit kepada kedua orang tuanya, lalu ia melangkah pergi dari sana membiarkan Ikshan pamit dengan kedua orang tuanya.
“Om, tante.”sapa Ikshan
“Makin ganteng ya kamu,”ucap Anna bergurau, ikshan hanya memberikan senyuman ringan.
“Makasih tan,”
“Om, tante. Saya mau minta izin untuk melamar Ava,”ucap Ikshan tanpa basa-basi lagi.
Anna dan Jaya pun tak bisa lagi menahan senyum bahagianya. Siapa yang tidak bahagia jika anaknya berada bersama orang yang begitu mencintai Ava pandangan Ikshan benar benar sudah terlihat bahwa laki-laki itu meletakkan dunianya kepada Ava.
“Bukan nya kamu udah ngelamar anak saya kemarin?”tanya Jaya Ikshan tersenyum, lalu ia menjawab dengan lugas.