“Apa?”
“Kamu bawel, diam sayang.."ucap Ikshan membuat pipi Ava memerah.
“Aku kangen banget sama pipi merah ini."ujar Ikshan menggoda sambil mencubit pipi Ava.
“This is my cheek not yours,”ujar Ava dengan polosnya membuat Ikshan benar-benar tertawa lepas mendengar jawaban itu.
Ava terpana melihat tawa Ikshan. Makin bertambah berlipat-lipat lebih ganteng Ava mengakui itu.
“Kak aku serius,”ucap Ava.
“Kita belum ni-“ucapan Ava di potong dengan waiters yang membawa pesanan mereka.
“Selamat menikmati tuan muda nyonya muda,"ujar waiters itu.
Macam-macam makanan enak berada di hadapan Ava sekarang. Mulai dari cup cake, kue red valvet bahkan banyak lagi makanan penutup lainnya.
Dan menu utama mereka adalah steak daging yang katanya terenak dan termahal di restaurant ini.
Ava memandang semua makanan itu dengan padangan lapar.
“Makan dulu gih baru nanya sepuasnya,”ujar Ikshan.
“Okee!”ucap Ava menjawab semangat lalu mulai memakan pesanan mereka. Dan saat ini Ava dan Ikshan sedang sibuk menghabiskan makan malam mereka dengan sesekali berbicara ringan.
Ava meminum minuman rasa stroberi kesuakanya di campur cream rasa vanila,rasanya begitu fresh dan segar.
“Enak?”tanya Ikshan.