Sampai di depan ruangan Ava Ikshan langsung menyelonong masuk.
Disana Ikshan bisa melihat Ava sedang fokus pada kertas-kertasnya. Ava yang dulu sama sekarang berbeda sangat semakin terlihat cantik dan dewasa.
“Kenapa sil? Ada jadwal dadakan ya?”tanya Ava tanpa menoleh.
Ikshan tersenyum miring saat tau bahwa Ava tidak menyadari kehadirannya. Ikshan sengaja diam.
“Sil kok diam aj-”tanya Ava sambil mendongok. Pandangan mereka bertemu setelah sekian lama tak tertatap. Ava terdiam shok atas kehadiran Ikshan sekarang dihadapannya.
Iya dia Ikshan. Ikshan yang berada disini sekarang.
“K-kak ikshan.”ujar Ava terbata memastikan bahwa ini bukan mimpi.
Ikshan terus memandangnya lalu Ikshan berpaling sebentar untuk menutup pintu lalu lelaki itu bersender dipintu sambil menatap Ava lekat.
Baca Juga: Rekomendasi Danau di Karanganyar untuk Gowes, Tempat Nongkrong, Ngopi hingga Joging Asyik
Ikshan tersenyum kecil menawan, ia mendekati Ava saat ia sampai di hadapan gadis itu Ava mendekat menggapainya memastikan bahwa ia nyata.
Ava meraba wajah Ikshan mulai dari alis sampai bibir lalu mata Ava kembali menatap lekat Ikshan.
Ava menangis sejadi-jadinya ia memukul Ikshan melampiaskan perasaannya senang,sedih,kwatir,kecewa ia lampiaskan.
Ikshan menahan pergerakan Ava membawa Ava kedalam pelukannya.
“Aku kembali..”lirih Ikshan sambil memeluk Ava erat.
“Kakak jahat Ava benci hiks...”isak Ava.