Ava menggambil air putih yang berada di sebelahnya ia minum hingga setengah gelas dan kembali menatap Ikshan, yang kini menatapnya juga yang membuat ava merona ditatap begitu intens.
“Aku salah Va semua salah aku. Aku minta maaf aku kangen kamu.”
“Kak kamu kenapa sih ini udah takdir dan iya aku tau aku ngangenin aku tau ko tau.”pede Ava meyakinkan bahwa dia baik-baik saja walaupun ia tidak bisa mengelak tentang kejadian Clara dan Ikshan waktu itu.
Baca Juga: Ingin Menikmati Surga Kuliner di Solo, Jangan Lewatkan 8 Tempat Makan Ini
“Kamu bodoh va.”
“Kamu juga lebih bodoh mau pacaran sama orang bodoh.”
“Kenapa jadi bahas ga penting gini?”tanya dia bingung yang membuat Ava bingung juga.
“Kamu kaya gembel, udah pernah mandi belum udah pernah makan belum kasian aku punya pacar kaya abis mungut di kolong jembatan.”gurau Ava yang sedari tadi memperhatikan Ikshan.
Baca Juga: Khutbah Jumat: Mengisi Kemerdekaan dan Menjaga Persatuan sebagai bentuk Cinta Tanah Air
“Aku hampir mati liat kamu sakit kayak gini va, aku takut. Sangat.”ungkap Ikshan.
“Aku nggak bisa mikir apa-apa lagi selain kamu.”
Ava memandangnya. “Aku pernah janji kan buat nggak ninggalin kamu aku nggak bakal ingkar janji kak.”ucap Ava.
Cup..
Ikshan mencium ava tepat di keningnya yang membuat gadis itu terdiam menahan nafasnya tercekat. “Nafas orang mah nanti kamu tidur lagi gara-gara dicium aku.”goda Ikshan sambil terkekeh.
Baca Juga: Daftar Danau di Klaten Paling Kece dan Keren, View Pemandangan dari Merapi hingga Perbukitan Selatan