“Iya ma..”
Baca Juga: Ganjar Ingin Festival Tungguk Tembakau di Kaki Gunung Merbabu Didorong Jadi Event Wisata Menarik
Jaya dan Anna pun berjalan pergi kekantin dan sekarang tersisalah Ava dan Ikshan.
Ava melanjut mengelus rambut kepala Ikshan dengan sayang sesekali mengganggunya dengan mencolek pipinya gemas dan liat dia terganggu sambil menggeliat yang membuat Ava terekekeh saat melihat muka kesalnya.
“Bangun dong aku tidur lagi ni ya.”ancam Ava yang membuat Ikshan langsung menegapkan dirinya Ikshan langsung menatap Ava dengan tatapan yang ia sendri tidak tau apa artinya
Ava mendengus kesal saat Ikshan hanya menatapnya dalam diam dan bengong seperti melihat hantu. Ava yang kesal pun memukul kepalanya dengan tangan mungilnya.
Baca Juga: Makin Gampang Jalan, BRT Trans Jateng Koridor Solo-Sukoharjo-Wonogiri Siap Beroperasi
Bugh..
“Aduh sakit..”ringis Ikshan tersadar. Ava hanya tertawa saat melihat Ikshan dengan muka yang kesakitan, namun tawa Ava lenyap saat Ikshan tiba-tiba memeluk Ava.
“Maaf..maafin aku.”lirihnya.
“Ko minta maaf?”tanya Ava bingung.
“Gara-gara aku kamu jadi kayak gini.”ujar Ikshan penuh sesal.
Ava pun memukul pundaknya dia memelukku erat sekali sampai gadis itu sulit untuk bernafas, apa dia ingin membunuh pacarnya sendiri.
Baca Juga: 7 Tempat Makan di Madiun Paling Enak, Langganan Pejabat dan Artis
“Sakit Ava kamu ko jadi suka mukul aku sih.”geram Ikshan.