“Nggak usah Bell nggak papa gue naik taksi aja.”tolak Ava lalu tak lama dari itu kebetulan sekali taksi berhenti di hadapan mereka.
“Taksinya udah ada tuh, gue duluan ya.”pamit Ava. Ntah mengapa rasanya Bella ingin memeluk sahabatnya itu sampai akhirnya Bella benar-benar memeluk Ava ada perasaan yang menjanggal dihatinya.
“Kenapa sih peluk-peluk?”gurau Ava tapi ia membalas pelukan itu.
“Gue baik-baik aja.”ucap Ava meyakinkan.
Bella mengangguk percaya. “Hati-hati dijalan.”ujar Bella.
“Gue balik ya.”pamit Ava tapi Nadia malah gantian memeluknya.
“Ini kenapa jadi peluk-pelukan gue tau gue ngangenin.”ujar Ava sambil terkekeh.
“Ntaran aja pulangnya.”tahan Nadia.
“Iya Va, bareng gue aja yuk baliknya.”sambung Bella.
“Taksinya udah nungguin nggak enak. Nanti sampe rumah gue kabarin oke.”
Bella dan Nadia mengganggguk pasrah. Ava memasuki mobil taksi itu Bella merasa feelingnya buruk, ia takut sekali.
***
“Mau kemana neng?”tanya Sopi taksi.
“Keperumahan Mutiara tiga pak.”jawab Ava.