“Nggak dingin lagii..”
“Langgeng ama ava!”
Ikshan merasa risih begitu banyak yang mengerumuninya bagaikan sebuah pameran barang antik yang di pamerkan. Menarik perhatian.
Ava tertawa melihat kesusahn Ikshan, karena kasian ia membantu pacarnya Ava memasuki kerumunan itu lalu berdiri disamping Ikshan yang menatapnya resah.
Baca Juga: Pemerintah akan Evaluasi Pemberian Bebas Visa Kunjungan bagi 159 Negara
“Avaa..”sapa mereka, Ava malu ia mendadak terkenal karena Ikshan.
“Pagi semua.”sapa Ava ramah.
Ava berjinjit membisikan sesuatu ke Ikshan.
“Hargain mereka yang masih peduli sama kamu.”bisik Ava setelah itu ia menatap Ikshan dengan senyuman indahnya.
“Makasih.”ucap Ikshan, sontak itu membuat penggemar Ikshan menjerit senang.
Baca Juga: Nguri-Uri Budaya Jawa Lewat Pagelaran Ketoprak Damarwulan featuring Minak Jinggo
Ava tidak menyangka akan menjadi seheboh ini hanya karena satu kata jawaban dari Ikshan, apakah suara Ikshan sebeharga itu dasar jelmaan Es batu.
Ava merasakan sebuah lengan kekar merangkul pinggangnya dan Ava mendongok menatap laki-laki itu yang sedang merangkul pinggangnya posesif.
Tanpa banyak bicara lagi mereka meninggalkan keramaian.
Ava membawa tangan Ikshan kedalam genggamannya. “Nggak baik kasih jomblo tontonan.”ujar Ava ikshan tersenyum samar menangapinya.