“Vaa.”panggil Ikshan sambil berjalan cepat untuk menggapai gadis itu yang sedang salah paham.
“Ini nggak seperti yang kamu liat. Percaya aku va.”ucap Ikshan berusaha memberi penjelasan.
“Apa? apa lagi yang mau kamu jelasin?!”tanya Ava marah.
“Kamu nggak pernah kasih jalan aku masuk kehidup kamu kak. Seharusnya aku sadar aku bodoh. Bodoh udah anggap ini semua sepele aku selalu nunggu kamu cerita kasih tau bagi keluh kesah sama aku tapi apa enggak, nggak ada? Segitu kecilnya aku di mata kamu iya!”tanya Ava.
“Kamu yang buat aku pergi ninggalin kamu. Lepasin aku atau kita putus.”ancam Ava lalu langsung menyentak tangan Ikshan yang menahannya.
Setelah berhasil lepas Ava langsung pergi menatap Ikshan penuh kecewa dan marah. Ini kebodohan ikshan, bodoh sangat bodoh.
Ia sudah melukai perasaan gadisnya.
***
Ava tidak jadi ke kantin ia mengarahkan langkahnya ke kelas menangis disana melampiaskan rasa marahnya terharap Ikshan. Ava benci menangis tapi ini sungguh menyesakan.
Nadia dan Bella saat sampai dikelas langsung bingung dengan keadaan Ava sekarang.
“Ava lo kenapa?”tanya Bella kwatir.
Ava langsung memeluk Bella yang berada di sebelahnya saat ini sambil menangis.
“Jahat Bell hiks..”
“Ava siapa yang buat lo kayak gini kasih tau gue!”cecar Nadia.
“G-gue mau pulang.”pinta Ava