Ava hanya bisa sabar. Ia harus terbiasa kepada sikap Ikshan yang cuek dan dingin apalagi ketika bermain game.
“Ava buatin sarapan deh.”ujar Ava merasa bosan.
Ikshan berhenti bermain gamenya meletakan ponselnya ke dalam saku celananya dan beralih menatap Ava penuh.
“Kenapa?”tanya ava.
“Ava ganggu ya?ma-”
“Liat aku.”suruh Ikshan memotong ucapan Ava.
Ava menatap taku kearah mata tajam yang menyorotnya itu.
“I want you to make me breakfast this morning.”pinta Ikshan.
Ava tidak bisa lagi menahan senyum nya untuk terbit lalu menggangguk semangat.
Tanpa sadar Ikshan juga terpancar kebahagiannya kasihnya, Ikshan tersenyum ringan.
“Oke kalo gitu sekarang Ava udah bisa masak. Masak nasi goreng suka?”tawar Ava.
“Suka kan kamu yang masak.”ucap Ikshan
Ava pun langsung berjalan ke arah dapur dengan Ikshan mengikuti dibelakang. Tenang saja sekarang Ava sudah bisa memasak sehabis pulang dari kegiatan kemah MOS waktu itu Ava langsung bertekad belajar memasak diajari bi Rara dan mamanya.
Dan Ava sudah bisa menguasai olahan masakan ringan, seperti nasi goreng atau sop sayur.
Ikshan duduk di mini bar dapur memperhatikan Ava yang sedang memasak begitu ahli. Dengan cekatan Ava menyiapkan semua bahan-bahan masakannya Ava memotong daun bawang dan ayam kecil-kecil untuk ditambahkan nanti ke nasi goreng. Ava memasak dengan begitu serius.