“Va.”panggil ikshan.
“Kamu tau aku nggak pernah ngerasain kaya gini sebelumnya. Dekat sama kamu aku rasa ada yang berbeda selama ini aku rasa hati aku mati saat mulai ditinggal dan kehilangan. Aku benci kehilangan mungkin sebagian orang di dunia ini nggak ada yang mau bertemu dengan perpisahan.”
“Tapi dari perpisahan kita belajar bagaimana cara melepaskan dan mengikhlaskan sesuatu yang berharga dihidup kita. Karena kita sadar hidup di dunia ini cuman sementara.”
“Kalo kamu melihat seseorang hanya dari tampillannya saja kamu salah, belajar mengenal mereka dekat hingga membuat dia merasa nyaman dan percaya sama kamu maka dari itu,”Ikshan menjeda ucapannya.
“So it stays close to me. I need you and i’m comfortable near you.”ucap Ikshan.
Ava terdiam seribu bahasa terpaku apa maksud Ikshan sekarang? Kak Ikshan menyatakan perasaanya?
“Kamu percaya sama cinta pandangan pertama?”tanya Ikshan.
“Percay-”
“Aku jatuh cinta sama kamu Va”potong Ikshan terang-terangan mengungkapkan perasaannya.
Rasanya Ava ingin pergi dari sini sekarang juga. Sungguh ia tak tahan lagi dengan rasa panas di pipinya dan jantung yang berdetak tak karuan.
“Kamu harus tanggung jawab.”ujar Ikshan.
“T-tanggung jawab?”tanya Ava heran.
“Iya.”Ikshan menyeringai lalu berucap kembali.
“I want you to be mine, and you have to answer yes.”
Rasanya sekarang Ava ingin pingsan saja. Jantung meledak-ledak mimpi apa? Mimpi apa Ava semalam hingga Ikshan sekarang menembaknya!