“Kenapa va?”tanya Bella lagi.
“Nih.”unjuk Ava membuat teman-temannya membaca pesan itu.
“Yaudah nanti pulang sekolah kita kesana.”jawab Bella mengerti
Ava semakin mendengus sebal. “Masalahnya gue gatau rooftop sekolah dimana.”ujar Ava sebal.
“Dan gue juga takut.”tambahnya.
“Udah nggak usah dipikirin. Gue tau tempatnya dimana nanti gue sama Nadia temanin kesana.”ucap Bella.
“Iya tenang aja.”ucap Nadia.
“Oke deh...”
Baca Juga: Kementerian BUMN Siapkan Solusi Terbaik Untuk Penyelesaian Kreditur Istaka Karya
Mereka pun kembali sibuk menyantap makanan mereka, berbeda dengan Ava yang sedang sibuk berfikir untuk datang atau tidak.
***
Lelaki itu menduduki kursi tua yang berada di tempatnya berada sekarang.
Rooftop sekolah, tempat pelarian Ikshan ketika ingin sendiri karena tempat ini sepi mampu menciptakan ketenangan.
Ikshan menghela nafasnya panjang ketika kepingan-kepingan kenangan masa lalu berputar bagaikan alunan musik di kepalanya. Masa-masa dimana hidupnya hancur. Runtuhnya tahta, kepemimpinan, kepercayaan, beserta keluarga yang saat itu sama sekali tidak mempercayai ia sendiri.
Baca Juga: Manado Menutup Rangkaian Seleksi Timnas U-17 , Ada Yang Terpilih?