“Iya kita pacaran.”tegas Ikshan senang. Ikshan senang Ava menerimanya.
“Lucu kalo lagi blushing.”ejek Ikshan mencubit gemas pipi ava.
“Sakitt tau!”sebal Ava.
“Iya, i love you too.”ucap Ikshan tidak nyambung.
“Siapa yang bilang i love you coba.”tanya Ava bingung.
“Aku juga cinta kamu ayo pulang.”ajak Ikshan sambil menggenggam tangan Ava membawanya turun dari rooftop. Ava hanya tersenyum malu-malu.
“Kamu berhasil buat aku jatuh hati Va.”ujar Ikshan.
“Aku sayang kamu.”ucap Ikshan. Tolong rasanya Ava langsung ingin sampai rumah saja.
Ava sangat bahagia sekarang sangat dan Ikshan pun sama. Kedua sejoli itu sedang di mabuk asmara di masa SMA.
Cinta memang mampu merubah seseorang cepat secepat darah yang mengalir. Menebarkan rasanya tanpa memberi cela sedikitpun.
Ava menatap Ikshan yang tampak bahagia dengan merangkulnya. Satu penilaian Ava Ikshan tidak sedingin itu Ikshan termasuk laki-laki yang manis walau kadang suka menyebalkan.
Anggap saja ini bonus Ava mendapati laki-laki dingin terkenal seperti ikshan.
Ava berharap ia bisa merubah sikap Ikshan menjadi lebih hangat lagi Ava sangat tau banyak rahasia yang lelaki itu miliki. Biarkan biar waktu mengalir seperti hubungan mereka.
Ava berjanji, ia tidak akan membuat Ikshan merasa kehilangan.
Dan ini adalah awal dari kisah yang masih panjang ini, kisah mereka dimulai.***