Akhirnya Ikshan menemukan apa yang ia cari. Ikshan tersenyum tipis segaris kecil tak terlihat saat berhasil menemukan objek yang sedari tadi ia cari. Ikshan melihat Ava, orang yang lelaki itu perhatikan sedari tadi Ava tampak lelah akibat teriknya matahari pagi ini.
Dan akhirnya upacara pun selesai. Ntah apa yang terjadi pada Ikshan sekarang ia selalu ingin berada didekat gadis itu. Ava anatha jaya yang berhasil membuatnya tertarik.
Perasaan apa ini sebenarnya?
***
“Yay!upacara selesai!”girang Ava.
“Ayo dah langsung ke kelas.”ajak Bella dengan keringat dikeningnya pagi ini matahari begitu terik dan upacara cukup lama akibat ceramahan.
“Iya duluan nanti gue nyusul.”suruh Ava.
“Yaudah kita duluan jangan lama-lama.”pamit Nadia.
“Shiapp..”jawab Ava. Nadia dan Bella pun pergi meninggalkan ava.
Tak lama dari kepergian kedua sahabat Ava. Tiba-tiba ada sebuah benda dingin menempel di pipi Ava membuat gadis itu kaget.
“Apaan nih.”kaget Ava.
“Buat kamu.”ucap Ikshan.
“E-eh..” Ava berbalik kearah belakang dimana orang iseng itu berada. Dan ternyata yang melakukannya adalah Ikshan.
Jantung Ava langsung berdetak dengan tak karuan akibat sensasi baper yang Ikshan berikan.