Kringg..kringgg
Suara bel sekolah berbunyi nyaring. Anak-anak yang berada di dalam kelas langsung turun untuk mengikuti upacara hari senin.
Ava pun mencari barisan kelasnya dan gadis itu memilih baris dibagian belakang. Tak lama Ava baris ia mendengar suara guru sedang marah-marah.
“Ikshan kamu tuh ya!dari dulu sampai sekarang selalu seenaknya. Mana perlengkapan mu dasi, topimu?!”marah Bu Seri yang langgenan memberi ikshan hukuman.
“Farell sama gilang.”ujar Ikshan memberi tau.
“Ko bawa-bawa gue!”protes gilang.
“Au ni anak kenapa.”sambung Farell.
“Sudah!tidak ada yang suruh kalian ribut. KALIAN BERTIGA MAJU KEDEPAN SEKARANG.”perintah Bu Seri menggelegar.
“Marah-marah nanti tua lho bu.”goda Gilang lalu langsung berlari menyusul temannya yang sudah didepan bersama anak-anak dengan atribut tidak lengkap.
Upacara pun dimulai.
Ikshan lelaki itu berada di barisan paling depan. Mata Ikshan sedari tadi tidak bisa diam celingak-celinguk mencari keberadaan seseorang. Gilang dan Farell yang bingung melihat Ikshan pun bertanya.
“Nyari apaan sih bro?”tanya Farell.
“Orang.”jawab Ikshan singkat.
“Yeuh..orangnya siapa bujank!.”dengus Gilang dan Farell bersamaan.
“Mine.”ujar Ikshan.