Ava mengembungkan pipinya sebal.
Selama perjalanan Ava hanya menatap kosong kearah luar jendela sampai akhirnya ia mulai mengantuk dan tak lama kemudian tertidur. Tanpa sadar Ava menyenderkan kepalanya di pundak kokoh Ikshan mencari posisi nyaman.
Ikshan terganggu dan merasa terusik saat ia merasa berat dipundak kananya. Ikshan membuka matanya yang tadinya terpejam dan melihat Ava yang sudah terlelap nyenyak di pundaknya.
Baca Juga: Ini Dia, Alasan Kota Solo Pas Jadi tujuan Wisata
Ikshan diam dengan muka datarnya namun ntah kenapa Ikshan malah mengelus lembut rambut kepala Ava reflek, ia tidak tega membangunkan gadis itu mukanya saat tertidur sangat menggemaskan dan polos Ikshan terpana melihatnya. Diam-diam Ikshan menjadi suka memandang gadis ini.
“Cantik.”guman Ikshan tanpa sadar tersenyum kecil.
Setelah lamanya perjalanan akhirnya mereka sampai di tempat tujuan, tempat kemah.
Namun ava masih setia memejamkan matanya.
“Bangun. Udah sampai.”ucap Ikshan.
Emang dasarnya Ikshan bego atau gimana. Tanpa perasaan ikshan langsung berdiri tegap tanpa memperdulikan Ava yang tadinya bersender di pundak Ikshan kini terbangun karena kaget saat kepala Ava kepentok pembatas kursi.
Baca Juga: Menag Sudah Terima Hasil investigasi Armina
Tentu saja efek dari Ikshan yang berdiri tiba-tiba membuat Ava siap tak siap terbangun dari tidurnya. Ava meringis kesakitan tega sangat tega.
AVA SANGAT KESAL KEPADA IKSHAN.
Tanpa merasa bersalah sedikitpun Ikshan hanya menatap Ava sebentar lalu meninggalkan gadis itu sendiri dengan masih menggerutu sebal karena dirinya.
Rasanya sumpah demi nenek tapasya. Ava ingin melempar Ikshan turun dari bus, tapi ia tidak berani.***
NEXT PART 5 MCBB